Pilihan Minuman yang tepat setelah makan

Apa minuman yang Anda pesan untuk menemani santapan semangkuk bakso: air teh hangat atau es kepala muda? Pilihan keduanya tentu sama-sama nikmat, apalagi bila disantap pada siang hari yang terik. Namun, secara medis, kebiasaan memadukan menu semacam itu patut dikaji ulang.

Ketua Satuan Tugas Anemia Defisiensi Besi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, Profesor Dr. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K), mengatakan teh atau kopi yang mengandung kafein, jika diminum bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi kurang bermanfaat. “Teh akan menghambat penyerapan zat besi,” ujarnya, belum lama ini.

Dokter yang bertugas di Divisi Hematologi Onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini juga menyarankan agar memberi jarak saat minum teh dengan makanan yang mengandung zat besi atau suplemen besi. “Setidaknya dalam rentang tiga jam,” ujar Djajadiman.
Selain sayur hijau, seperti bayam atau kangkung, daging merah, hati, tiram, ikan, dan susu tergolong kaya akan zat besi. Untuk meningkatkan penyerapannya, makanan ini sebaiknya dipadukan dengan minuman yang mengandung vitamin C. “Vitamin ini juga akan membantu penyerapan mineral.”

Pengajar ilmu gizi di Fakultas Kedokteran UI, Dr. Ratna Djuwita Hatma, punya pendapat berbeda. Menurut dia, bagi penderita anemia, minum teh atau kopi setelah makan memang akan menghambat penyerapan zat besi. “Tapi, bagi mereka yang sehat, ya tidak akan banyak berpengaruh,” ujarnya saat dihubungi Kamis lalu, 9 Juni 2011.

Menurut Ratna, teh juga mempunyai fungsi antioksidan yang tak selamanya akan merugikan asupan tubuh. Bahkan teh akan membantu menetralisasi lemak pada makanan tertentu, seperti makanan Jepang dan makanan Padang. Adapun untuk mempertinggi penyerapan zat besi, Ratna sependapat dengan Djajadiman tentang perlunya minuman yang mengandung vitamin C.

Terkait dengan pola minum setelah makan, ahli gastroenterologi Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat, Michael Picco, lebih menyoroti kebiasaan minum air dingin. Sebab, hal itu akan membuat pembuluh darah di lambung seperti kaget dan mengerut (berkontraksi). Kebiasaan menyantap makanan panas, seperti semangkuk bakso, kemudian minum air dingin juga kurang baik untuk gigi.

“Kondisi ekstrem panas dan dingin akan membuat daya tahan kesehatan gigi menurun,” ujarnya.

MAYOCLINIC | EATINGWELL | TANYADOKTER | DIAN YULIASTUTI

Tip
Pilih Apa Setelah Makan

Apa yang Anda minum setelah makan berpengaruh terhadap tubuh Anda. Berikut ini pilihannya.

– Air kopi
Hasil kajian University of Guelph di Ontario, Kanada, menunjukkan orang sehat yang minum kopi setelah makan-makanan berlemak mengalami kenaikan gula darah hingga dua kali lipat.

– Air teh
Minum teh setelah makan dapat menimbulkan hambatan penyerapan zat dalam tubuh hingga 80 persen karena daun teh memiliki kandungan asam yang tinggi.

– Air es
Air dingin akan membekukan makanan berminyak atau berlemak yang Anda santap. Lemak itu akan terbentuk dalam usus dan mengakibatkan menyempitnya saluran pencernaan, sehingga menimbulkan kegemukan. Gantilah dengan minum air hangat atau air putih biasa.

– Minum air yang banyak sangat dianjurkan, tapi bukan pada saat makan karena hal itu dapat meminimalkan keluarnya asam lambung, sehingga makanan tidak dapat dicerna dengan baik.

Sumber: CaraSehat.org

~ oleh BIMA CETTA WIDYATAMAKA pada Juni 15, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: