Malioboro Kawasan Pejalan Kaki ?

Rencana untuk menjadikan Maliobora ( nama malioboro diambil dari  Duke Inggris yaitu Marlborough , menduduki jogja dari  1811 hingga 1816) .sebagai kawasan pejalan kaki patut mendapatkan apresiasi dan dukungan dari kita semua, karena kalau tidak mulai ditata  dalam 2 tahun kedepan Maliobora akan enjadi Tempat Wisata yang bukannya menghilangkan Stress tapi justru tempat wisata yang menghasilkan Strees. Bagi para wisatawan yang biasa mengunjungi Joja pada saat liburan atau long weekend pasti akan merasakan macetnya Maliobora dan sekaligus susahnya mencari tempat untuk Parkir, belum lagi sempitnya Trotoar karena terpakai untuk PArkir dan Jualan, haduh , sudah begitu nyari tempat sampah juga tidak gampang!

Malioboro sebagai Ikon wisata jogja sudah semestinya dan seharusnya  ditata untuk jangka panjang sehingga tidak akan semakin semrawut , kumuh serta kotor plus di sebagian tempat bau menyengat ( banyak orang kencing senbarangan terutama pada Malam Hari ). Akan tetapi harus dipikirkan juga nasib dari teman teman yang penghasilannya sebagai Tukang Parkir di kawasan ini.

Usulan car free day untuk hari minggu , dan kalau memungkinkan usulan menjadikan kawasan pejalan kaki setiap malam dari jam 18.00 wib sampai pagi patut untuk dicoba., Toh setiap pergantian tahun kawasan malioboro juga ditutup untuk kendaraan dan bisa terlaksana.

Rencana Revitalisasi stasiun Tugu bisa dijadiikan moment untuk penataan kawasan Malioboro secara keseluruhan, lahan parkir kalau mau pasti ada empat dan caranya, hanya tinggal kemauan dari Pemkot saja.

Malioboro dahulu terkenal sebagai tempat berkumpul dan berkreasinya seniman jogja, sangat Asri dan ramah, sangat bertolak belakang dengan saat ini yang bisnis oriented sekali. Dahulu dikenal  ada PSK (,jangan berpikir Sarkem lho ), PERSADA STUDI Klub, kumpulan senimam dari berbagai daerah, sekitar tahun 1970 an sampai tahun 1990 an, kalau sekarang ngak tahu masih atau tidak, dahulu menurut catatan dipimpim oleh Umbul Pandu Paranggi.

Malioboro menjadi tempayt untuk berkarya dan mengekpresikan hasil karyanya, beberapa lalu ada kegiatan Ngamen dari MAs Didik Nini Thowok, untuk saat ini nga tahu masih atau enggak?

Kepingin juga melihat Malioboro menjadi Ikon Wisata Jalan kaki yang dikenal Luas bukan hanya di Indonesia tai di seluruh dunia.

Pasi bisa hanya tinggal kemauan pemangku kekuasaan mau tidak mengembalikan Malioboro sebagai Tempat berwisata dan berekspresi, yang nyaman, teduh, aman, sehat, bersih dan ………….. …. silahkan lanjutkan apa yang menjadi keingan anda!

 

 

~ oleh BIMA CETTA WIDYATAMAKA pada Oktober 13, 2012.

7 Tanggapan to “Malioboro Kawasan Pejalan Kaki ?”

  1. se7!

    Suka

  2. duh jadi kangen duduk menghabiskan petang di kursi panjang jalan Malioboro, uuuh …. jadi kangen Jogja🙂

    Suka

  3. huaaa jadi kangen ke joggja lagi😉

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: