JADWAL SELEKSI SNMPTN 2014

Jadwal pelaksanaan SNMPTN 2014

Kegiatan                                                              Tanggal Pelaksanaan

Pengisian PDSS                                                 6 Januari 2014 – 6 Maret 2014

Pendaftaran                                                    17 Februari 2014 – 31 Maret 2014

Proses Seleksi                                                  1 April 2014 – 26 Mei 2014

Pengumuman Kelulusan                                     27 Mei 2014

Daftaran ulang di masing-masing PTN                   17 Juni 2014

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. M.Nuh, Rabu (11/12) resmi meluncurkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 di Bandung, Jawa Barat. Mengawali sambutannya Menteri Nuh mengapresiasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) atas kinerjanya dalam mempersiapkan SNMPTN 2014 dengan baik, menurut Menteri Nuh, MRPTNI telah memiliki upaya untuk menciptakan SNMPTN yang memiliki keterbukaan akses yang merata bagi masyarakat.

Menteri Nuh mengatakan, untuk mencapai akses yang merata tidak mudah, terdapat setidaknya dua hal yang menjadi tantangan yaitu pembiayaan dan luas wilayah, walau begitu pemerintah dan MRPTNI sudah menyiapkan solusinya “Pemerintah berupaya untuk menjawab tantangan tersebut, untuk pembiayaan, pemerintah akan menanggung biaya seleksi nasional SNMPTN tersebut, sedangkan untuk kewilayahan, TELKOM telah menyiapkan akses internet tidak terbatas dan kemudian PT POS Indonesia siap untuk menjembatani secara pararel” ujar Menteri Nuh.

Menambahkan Menteri Nuh, Ketua SNMPTN 2014, Ganjar Kurnia mengatakan panitia menyiapkan juga bantuan pengaksesan dari perguruan tinggi negeri terdekat dengan wilayah yang sulit dijangkau “Sistem on line akan berjalan dan di dukung juga oleh PT POS Indonesia, kami pun telah mempersiapkan juga untuk memudahkan pendaftar melalui perguruan tinggi terdekat” ujar Rektor Universitas Padjadjaran tersebut.

SNMPTN 2014 akan menampung minimal 50% kuota daya tampung mahasiswa baru di setiap PTN, sedangkan jumlah perguruan tinggi yang mengikuti proses penseleksian dengan SNMPTN pada tahun 2014 akan berjumlah 63 PTN, bertambah satu dengan masuknya Universitas Islam Negeri Palembang, “dengan bertambahnya jumlah perguruan tinggi, tentunya akan menambah kuota masuk melalui SNMPTN, tahun 2013 tidak kurang 140.000 mahasiwa tersaring melalui SNMPTN 2013, tahun ini mungkin sekitar 150.000″ jelas Akhmaloka Ketua SNMPTN 2013 yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung.

Pada SNMPTN 2014 ini proses seleksi penilaian akan melalui tiga indeks yaitu, indeks siswa, indeks sekolah dan indeks wilayah. Indeks siswa akan dinilai melalui indikator; nilai rapor, kelengkapan nilai rapor dan pencapaian nilai pelajaran dibanding Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), nilai Ujian Nasional (UN). dan prestasi lainnya. Indeks Sekolah akan melalui indikator; Nilai rata-rata UN, Nilai SBMPTN alumninya, Akreditasi Sekolah, dan jumlah siswa yang diterima di PTN melalui jalur SBMPTN dan SNMPTN pada tahun sebelumnya.Untuk Indeks wilayah dimaksudkan untuk memperhatikan azas pemerataan.

Calon mahasiswa untuk SNMPTN 2014 dapat memilih dua PTN dengan jumlah prodi tujuan paling banyak tiga prodi. Jika memilih dua PTN, salah satu PTN pilihan harus berasal dari Provinsi yang sama dengan asal sekolah siswa, khusus untuk provinsi Sulawesi Barat yang belum memiliki PTN dapat memilih PTN yang berada di Pulau Sulawesi, sedangkan apabila calon mahasiswa memilih hanya satu PTN, dapat memilih PTN tersebut dimanapun.

Proses seleksi SNMPTN ini juga merupakan salah satu proses penseleksian dari program Kemdikbud yang berupa bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa berprestasi namun berasal dari keluarga tidak mampu bernama BIDIKMISI. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Djoko Santoso mengutarakan untuk tahun 2014 pemerintah telah menyiapkan sekitar 60.000 kuota peraih BIDIKMISI, “Bila ditotal hingga tahun depan penerima BIDIKMISI sudah mencapai angka 210.000 mahasiswa”sahutnya.

Bagi calon mahasiswa yang berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) hanya akan diterima pada program studi yang relevan dan ditentukan oleh masing-masing PTN “Jadi untuk menjaga relevansinya, misalkan lulusan SMK pertanian tentunya harus diarahkan ke Fakultas Pertanian”sahut Ganjar. (YH)

~ oleh BIMA CETTA WIDYATAMAKA pada Desember 12, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: